SARGA.CO - Joki Angel Manarisip tengah on fire di Kejuaraan Indonesia Indonesia's Horse Racing (IHR) Kejurnas Seri I Indonesia Derby 2026 yang berlangsung di Lapangan Pacuan Kuda Legok Jawa, Pangandaran, Jawa Barat, pada Minggu, 26 Juli 2026.
Bersama kuda Miss Belladona, Angel Manarisip kembali tampil di podium usai menjadi juara I di kelas E-1200 meter yang memperebutkan Piala Susi Air dengan total hadiah Rp15 juta.
Race keenam ini diikuti oleh 3 peserta yaitu Megatama dari Satrio Anom Stable, Miss Belladona dari Nona Cindy Stable, dan Dicaprio dari Van Doeloer Stable.
Melaju dari gate 1, Miss Belladona gagal memanfaatkan posisi start menguntungkan itu saat perlombaan dimulai. Pada awal pacuan ini, kuda Dicaprio yang berada di gate nomor 3 berhasil memimpin perlombaan dari posisi tengah.
Namun keunggulan Dicaprio tak bertahan lama setelah Miss Belladona mengambil alih pimpinan lomba dari sisi dalam.
Angel Manarisip yang tengah tampil memukai sukses membawa kuda berusia 3 tahun dengan tinggi 143,5 Cm itu memisahkan diri jauh di depan kedua lawan yang tengah bersaing ketat memperebutkan posisi kedua.
Menjelang finish tak banyak perubahan yang terjadi. Ketiga kuda melaju dengan jarak yang cukup jauh dari para lawannya dipimpin Miss Belladona yang menginjak garis finish pertama.
Juara I: Miss Beladona, joki Angel Manarisip asal Nona Cindy Stable, Jawa Timur
Juara II: Dicaprio, joki Jaka Septian asal Van Doeloer Stable, Jawa Barat
Juara III: Megatama, joki Iqbal Rahmadias asal Satrio Anom Stable, Jawa Timur
Sementara di race ketujuh yang memperlombakan Kelas D-1.200 meter, kuda dari Batu Kereta Stable, Ravelio menunjukkan kemampuan sebagai kuda dengan skill menusuk dari belakang (come from behind).
Race ketujuh yang memperebutkan Piala Japfa dengan total hadiah Rp20 juta ini diikuti oleh sembilan ekor kuda seperti Bosch, ravelio, King Alfayet, Rastaban, Kujang Mas, Ratu Aluna, Raja Sabhatun, Malina Ziis, dan Putri Jelita.
Bertanding di arena pacuan dengan pemandangan indah laut lepas Pantai Pangandaran, kuda Putri Jelita memimpin awal perlombaan dan mendapat persaingan dari Rastaban yang berada di posisi paling dalam. Sementara Ravelio masih menguntit dari posisi keempat dengan mencoba menyusun strategi dari sisi luar.
Ravelio yang merupakan kuda jantan napas berusia 5 tahun sempat suksesk mengambil alih perlombaan dengan memimpin satu hidung kuda. Namun melewati tikungan pertama, Putri Jelita masih belum menyerah dengan menyalip dari sisi dalam untuk memimpin barisan terdepan.
Persaingan antara dua kuda ini berlangsung sengit ketika Ravelio terus mengejar Putri Jelita untuk merebut posisi pertama. Dengan jarak 1.200 meter yang hanya 1 putaran, kemampuan kuda untuk berada di posisi terdepan sejak awal perlombaan memang sangat menentukan
Duel side by side antara Putri Jelita dan Ravelio akhirnya benar-benar terjadi di track lurus terakhir jelang finish. Joki Ende Rachmat berhasil membuat Ravelio melaju lebih kencang untuk meninggalkan Putri Jelita dengan jarak cukup jauh.
Persaingan ketat justru trerjadi pada perebutkan posisi kedua dan ketiga. Putri Jelita yang tertinggal dari Ravelio mendapat ancaman ketat dari Bosch jelang finish.
Juara I: Ravelio, joki Ended Rahmad asal Batu Kereta Stable, Jakarta
Juara II: Bosch, joki Abdul Majid asal Dago Stable, Jawa Barat
Juara III: Putri Jelita, joki Jaka Septian asal Pasific 88 Stable, Jawa Barat
Install SARGA.CO News
sarga.co