SARGA.CO – Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso kembali menjadi sorotan menjelang pelaksanaan Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda PORDASI ke-60 Seri II Tahun 2026. Arena yang terletak di Pinabetengan Utara, Kecamatan Tompaso Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara ini merupakan salah satu gelanggang pacuan kuda paling bersejarah di Indonesia dan telah lama menjadi pusat kegiatan pacuan kuda di kawasan timur Nusantara.
Maesa Tompaso memiliki lintasan tanah sepanjang sekitar 1.600 meter dengan lebar 18 meter dan arah pacuan putar kanan. Kawasan gelanggang mencakup area sekitar 24 hektare serta dilengkapi fasilitas penunjang seperti tribun penonton, paddock, ruang VIP dan VVIP, serta area persiapan kuda.
Keberadaan gelanggang ini tidak dapat dipisahkan dari tradisi berkuda masyarakat Minahasa. Catatan sejarah menunjukkan bahwa budaya pacuan kuda telah berkembang di Tompaso sejak masa kolonial Belanda dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat selama beberapa generasi.
Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso mulai beroperasi pada periode 1967 hingga 1968 pada masa pemerintahan Gubernur Sulawesi Utara Hein Victor Worang. Pada masa awal, lintasan yang tersedia masih relatif pendek, sekitar 600 hingga 800 meter dan digunakan untuk perlombaan tingkat lokal.
Perkembangan signifikan terjadi pada tahun 1984 ketika lintasan diperluas menjadi 1.600 meter. Perluasan tersebut menjadi titik penting yang mengangkat posisi Tompaso sebagai salah satu pusat pacuan kuda nasional. Pada masa yang sama, kawasan sekitar arena juga dikembangkan untuk mendukung pembinaan dan peternakan kuda.
Reputasi Maesa Tompaso tercermin dari kepercayaan yang berulang kali diberikan untuk menyelenggarakan Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda. Arena ini tercatat menjadi tuan rumah Seri II Kejurnas tahun 1997, kemudian kembali menggelar Kejurnas pada 2007, 2014, dan 2018.
Selain pacuan kuda, kawasan ini juga pernah digunakan untuk berbagai kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat Minahasa. Kehadiran situs budaya Watu Tumotowa di dalam kompleks gelanggang turut menambah nilai historis kawasan tersebut.
Dengan sejarah hampir enam dekade, Maesa Tompaso tidak hanya menjadi arena perlombaan, tetapi juga simbol kuat tradisi berkuda Sulawesi Utara. Penunjukan kembali Tompaso sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda PORDASI ke-60 Seri II Tahun 2026 mempertegas posisi gelanggang ini sebagai salah satu venue terpenting dalam kalender pacuan kuda Indonesia.
Bagi para pecinta pacuan kuda, Tompaso bukan sekadar lintasan balap. Arena ini merupakan tempat bertemunya sejarah, tradisi, dan prestasi yang selama puluhan tahun telah menjadi bagian dari perjalanan olahraga pacuan kuda nasional.
Install SARGA.CO News
sarga.co