SARGA.CO - Raja Daeng Turatea meninggal dunia. Kuda milik Nur/Bilal Stable asal Jeneponto, Sulawesi Selatan, itu menghembuskan napas terakhirnya, Minggu, 30 Agustus 2026.
Sejumlah unggahan di media sosial, membagikan informasi soal meninggal dunianya kuda yang dahulu bernama Marshall, sekitar Minggu pagi.
Beragam ucapan belasungkawa datang dari berbagai pihak salah satunya dari Joki Jones Paendong, yang menjadi pendampingnya ssaat masih di Miranda Stable. "Kemarin baru bagikan tu kenangan..tdi pagi dpa kbar so nda ada..rip 🏇jagoanku🙏," tulis Jones dalam unggahannya Minggu siang.
Berdasar informasi yang SARGA dapatkan kematian Raja Daeng terkait dengan masalah kesehatan. Informasi tersebut disampaikan Pemilik Miranda Stable, Adhi B. Supit, yang juga merupakan mantan pemilik kuda itu.
"Kondisi kesehatan, kena kolik kemudian kecapean di perjalanan ke Manado. Itu yang saya dengar," tutur Adhi kepada SARGA, Senin, 31 Agustus 2026.
Adhi menjelaskan kalau kuda itu semenjak berpindah stable, fokus dengan pacuan di Sulawesi Selatan.
Raja Daeng Turatea rencananya akan kembali beraksi di kampung halamannya di Sulawesi Utara, tepatnya ke Tompaso, untuk turut serta dalam Indonesia's Horse Racing (IHR) Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda (Kejurnas) Seri 2 PORDASI 2026.
Pada Minggu, 23 Agustus 2026, Nur/Bilal Stable sudah mengirim kuda itu dari Janeponto dengan tujuan Manadao. Satu minggu kemudian, setalah sampai di Kota Manado, Raja Daeng malah mengalami masalah kesehatan yang cukup fatal dan berujung kematiannya.
Salah satu prestasi kuda jantan berwarna napas itu, yang kian terus menjadi kenangan indah adalah kemenanganya sebagai Juara 1 Kelas 2 Tahun Pemula C/D, Kejurnas Seri 1 PORDASI tahun 2022 lalu di Pasuruan. Kemenangan Raja Daeng bersama Joki Jones kala itu menajadi salah satu modal bagi Kontingen Sulut untuk menjadi juara umum di gelaran kala itu.
Kini, belum genap satu bulan masuk usia pacu 7 tahun, Raja Daeng Turatea menuntaskan larinya di pacuan dan berlari bebas dalam keabadian.
Install SARGA.CO News
sarga.co