SARGA.CO – Pacuan kuda Sumatera Barat kembali menunjukkan tajinya. Padang Pariaman dan Payakumbuh menjadi dua daerah dengan perolehan podium terbanyak dalam Indonesia’s Horse Racing (IHR) Merdeka Cup 2026 yang digelar di Lapangan Pacuan Kuda Kubu Gadang, Payakumbuh, Minggu 23 Agustus 2026.
Dari 15 kelas yang dipertandingkan, kuda-kuda dari Padang Pariaman dan Payakumbuh masing-masing mengoleksi enam podium pada kategori Pacuan Kelompok Umur dan Kelompok Ketinggian. Bukittinggi-Agam menyusul dengan empat podium.
Pencapaian tersebut menjadi gambaran kuatnya ekosistem perkudaan Sumatera Barat, khususnya Payakumbuh dan daerah sekitarnya, yang selama ini dikenal memiliki tradisi serta basis peternakan kuda yang kuat.
Meski tidak menjadi daerah dengan jumlah podium terbanyak, Bukittinggi-Agam berhasil mencuri perhatian dengan menempatkan dua kudanya di posisi juara pertama. Emperor Bukati keluar sebagai pemenang Kelas A/B Terbuka 1.400 meter, sementara Rajo Malindo menjadi yang tercepat di Kelas D Terbuka 1.200 meter. Padang Pariaman juga berhasil mengamankan kemenangan melalui Golden Sikumbang yang tampil sebagai juara Kelas F 1.000 meter.
Persaingan semakin menarik pada kelas-kelas bergengsi kategori usia. Di Kelas 3 Tahun Derby Divisi I 1.400 meter, Zara Dinamite dari Padang berhasil keluar sebagai juara setelah melewati persaingan ketat dengan Mutiara Kemilau dari Payakumbuh yang harus puas di podium kedua.
Sementara itu, Leomord CH dari Sumatera Utara tampil tanpa hambatan untuk memenangkan Kelas 3 Tahun Remaja Divisi I 1.200 meter. Pada Kelas 3 Tahun Derby Divisi II 1.400 meter, Pusako Nagura dari Padang Panjang menjadi yang terbaik.
Persaingan juga tidak hanya dikuasai kontingen Sumatera Barat. DKI Jakarta, Jawa Barat, Aceh, hingga Sumatera Utara turut menunjukkan kualitasnya. Golden Kalashnikov membawa DKI Jakarta meraih kemenangan di Kelas 3 Tahun Derby Divisi II 1.200 meter. Jawa Barat berjaya melalui Monica Dupont yang memenangkan Kelas C Terbuka 1.200 meter, sementara Aceh menempatkan Hennessy Angel di podium kedua kelas 3 Tahun Derby Divisi II.
IHR Merdeka Cup 2026 diikuti 78 kuda dari berbagai daerah dan mempertandingkan 15 kelas dengan total hadiah Rp450 juta. Secara keseluruhan, sebanyak 45 kuda berhasil mengamankan posisi podium. Kompetisi juga disaksikan hampir 18 ribu pengunjung dan untuk pertama kalinya dikemas dengan siaran berbahasa Inggris untuk menjangkau penonton internasional.
Direktur Komersial SARGA.CO Diana Airin mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa pacuan kuda masih memiliki tempat yang kuat di tengah masyarakat.
“Bagi kami, IHR Merdeka Cup bukan hanya mengenai siapa yang menjadi juara di lintasan, melainkan juga bagian dari perjalanan untuk membangun pacuan kuda Indonesia menjadi semakin profesional dan modern, sekaligus tetap menghargai tradisi dan kearifan lokal,” ujar Diana.
Kekuatan lokal Payakumbuh juga terlihat dari dipertandingkannya kelas tradisional. IHR Merdeka Cup mempertahankan tiga Kelas Draf Bogi serta dua Kelas Lokal Payakumbuh.
Pada Kelas Draf Bogi, Bukittinggi-Agam menjadi daerah dengan perolehan podium terbanyak. Sementara di Kelas Lokal Payakumbuh, PYK Stable mengoleksi tiga podium, disusul Tabstar Stable dengan dua podium.
Ketua Komisi Pacu PP PORDASI Munawir menilai kelas lokal memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan kualitas kuda dan joki daerah. “Kelas Lokal Payakumbuh yang dipertandingkan hari ini memberi kesempatan kepada kuda-kuda lokal tersebut untuk bertarung dalam standar nasional,” katanya.
Perpaduan antara pacuan modern dan tradisional inilah yang menjadi salah satu kekuatan IHR Merdeka Cup. Di satu sisi, kompetisi dikemas dengan standar dan teknologi modern. Di sisi lain, identitas pacuan kuda Sumatera Barat tetap dipertahankan.
Ketua Pengurus Provinsi PORDASI Sumatera Barat Dery Asta menyebut penyelenggaraan IHR menjadi langkah maju bagi tradisi pacuan kuda di Sumatera Barat.
“Pacuan kuda yang telah menjadi tradisi turun-temurun di Sumatera Barat menjadi sebuah pertunjukan modern yang menghibur karena berpadu dengan metode balap kuda yang bagus, teknologi modern, dan pengemasan yang tepat,” ujarnya.
IHR Merdeka Cup 2026 menjadi seri keenam dari delapan kejuaraan dalam kalender IHR 2026. Setelah Payakumbuh, perjalanan IHR akan berlanjut menuju Kejurnas Seri II di Sulawesi Utara pada Oktober 2026, sebelum ditutup melalui Piala Hamengku Buwono X di DI Yogyakarta pada November mendatang.
Kehadiran IHR di berbagai daerah merupakan bagian dari upaya SARGA.CO memperluas jangkauan olahraga pacuan kuda sekaligus menciptakan platform yang dapat menghubungkan olahraga, hiburan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan potensi daerah.
Perluasan jangkauan juga dilakukan SARGA.CO melalui siaran IHR Merdeka Cup dalam Bahasa Inggris. VP Marketing & Operation SARGA.CO Kevin Jonathan menjelaskan hal ini sejalan dengan misi dan tema SARGA pada thaun 2026.
“Memproduksi sebuah siaran berstandar internasional untuk menjangkau masyarakat global merupakan salah satu implementasi dari tema IHR 2026 yaitu Race to the World Stage. Kami berharap siaran IHR berbahasa Inggris ini dapat menjadi pintu masuk perhatian dan minat audiens dan komunitas dunia terhadap pacuan kuda di Indonesia.”
Sementara itu, Sherman Tan, Director of Sales NEP Middle East & Asia (Southeast Asia), menyebut world feed IHR menjadi tayangan pacuan kuda internasional pertama dari Asia Tenggara.
Dengan demikian, dominasi podium Padang Pariaman dan Payakumbuh di Kubu Gadang bukan sekadar catatan statistik. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan pacuan kuda daerah masih menjadi fondasi penting dalam perjalanan Indonesia menuju ekosistem pacuan kuda yang semakin profesional dan berkelas dunia.
Install SARGA.CO News
sarga.co