SARGA.CO — Upaya mengembalikan kuda Przewalski (Equus ferus przewalskii) ke alam liar Kazakhstan mencatat keberhasilan penting. Dua anak kuda lahir di pusat reintroduksi padang rumput Kazakhstan pada akhir Agustus 2026. Kelahiran tersebut menjadi yang pertama bagi kuda liar ini di tanah Kazakhstan dalam lebih dari 200 tahun.
Anak kuda pertama, berjenis kelamin jantan, lahir pada 22 Agustus 2026 dari induk betina berusia tujuh tahun bernama Tessa. Sembilan hari kemudian, tepatnya 31 Agustus, anak kuda jantan kedua lahir dari betina bernama Umbra. Keduanya memiliki ayah yang sama, seekor pejantan bernama Zorro yang telah mati. Hingga kini, kedua anak kuda tersebut belum diberi nama.
Bukti Keberhasilan Reintroduksi
Kelahiran dua anak kuda tersebut menjadi tonggak penting bagi program pengembalian kuda Przewalski ke Kazakhstan. Keduanya lahir di dalam kandang seluas 56 hektare di Alibi Wild Ungulates Reintroduction Center. Pusat reintroduksi ini berada di kawasan Altyn Dala State Nature Reserve, cagar alam seluas sekitar 489.000 hektare di Kazakhstan tengah.
Menurut Alyona Krivosheyeva, direktur konservasi Association for the Conservation of Biodiversity of Kazakhstan (ACBK), kelahiran tersebut menunjukkan bahwa kuda-kuda yang direintroduksi mulai mampu beradaptasi dengan iklim dan lingkungan Kazakhstan.
Bagi para konservasionis, kemampuan berkembang biak merupakan salah satu indikator penting keberhasilan program. Artinya, kuda-kuda yang sebelumnya didatangkan dari luar Kazakhstan tidak hanya mampu bertahan hidup, tetapi juga mulai menghasilkan generasi baru di habitat tersebut.
Kuda Przewalski dikenal secara lokal sebagai kertagy. Satwa ini merupakan satu-satunya kerabat liar kuda domestik yang masih hidup. Spesies tersebut pernah dinyatakan punah di alam liar. Namun, setelah seekor individu dewasa ditemukan pada 1996, statusnya diperbarui menjadi sangat terancam punah. Sejak 2011, International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengklasifikasikannya sebagai spesies terancam punah.
Secara historis, kuda Przewalski hidup di padang rumput Rusia, Kazakhstan, Mongolia, dan China bagian utara. Keberadaannya memiliki peran ekologis penting karena satwa ini membantu membentuk dan menjaga ekosistem padang rumput.
Saat merumput, kuda Przewalski memakan vegetasi kering sehingga dapat membantu mengurangi risiko kebakaran. Pergerakan kuku mereka juga mengganggu permukaan tanah dan membuka ruang bagi tumbuhan baru untuk tumbuh. Selain itu, mereka turut menyebarkan biji tanaman ketika berpindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Populasi kuda Przewalski di Kazakhstan menghilang antara pertengahan abad ke-18 hingga pertengahan abad ke-19. Menurut kajian kelayakan yang dibagikan ACBK kepada Mongabay, perubahan besar pada ekosistem padang rumput selama masa kolonisasi Kekaisaran Rusia turut berkontribusi terhadap kehancuran populasi satwa ini.
Kuda-kuda tersebut kehilangan akses terhadap sumber air dan padang penggembalaan musim dingin. Perburuan intensif serta perkawinan silang dengan kuda domestik juga semakin memperburuk kondisi populasi. Akibat berbagai tekanan tersebut, jumlah kuda Przewalski mengalami penurunan secara drastis.
Populasi yang tersisa kemudian diselamatkan melalui program penangkaran di kebun binatang. Setelah jumlahnya berhasil dipulihkan, kuda Przewalski secara bertahap mulai dikembalikan ke sejumlah wilayah di Mongolia, China, dan Kazakhstan.
Puluhan Kuda Didatangkan ke Kazakhstan
Program reintroduksi di Kazakhstan terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Selama tiga tahun terakhir, sebanyak 22 kuda Przewalski telah dipindahkan ke Kazakhstan dari Prague Zoo di Republik Ceko dan Tierpark Berlin di Jerman. Jumlah tersebut belum menjadi akhir dari program. Para konservasionis menargetkan total 40 kuda untuk didatangkan ke Kazakhstan. Jumlah tersebut dipandang sebagai populasi minimum yang diperlukan untuk membangun populasi liar yang dapat berkembang dan bertahan secara mandiri.
Dengan lahirnya dua anak kuda pada Agustus 2026, program tersebut kini memasuki tahap baru. Tantangannya bukan lagi sekadar membawa kuda Przewalski kembali ke Kazakhstan, tetapi memastikan generasi yang lahir di sana mampu tumbuh, bertahan hidup, dan berkembang biak.
Vera Voronova, direktur eksekutif ACBK, mengatakan tugas berikutnya adalah mengamati bagaimana generasi pertama kuda Przewalski yang lahir di tanah Kazakhstan tersebut tumbuh dan berkembang. Dua anak kuda yang lahir pada Agustus ini memang belum membentuk populasi besar. Namun, kelahiran mereka menjadi sinyal penting bahwa upaya menghidupkan kembali populasi kuda Przewalski di Kazakhstan mulai menunjukkan hasil.
Setelah lebih dari dua abad menghilang dari tanah Kazakhstan, kuda Przewalski kini tidak hanya kembali berada di sana. Mereka mulai melahirkan generasi baru.
Bagi upaya konservasi, dua kelahiran tersebut menjadi pengingat bahwa pemulihan spesies yang pernah hilang dari alam liar bukan sesuatu yang mustahil, selama habitat dilindungi, populasi dikelola dengan baik, dan program reintroduksi dilakukan secara berkelanjutan.
Sumber: Mongabay
Install SARGA.CO News
sarga.co