SARGA.CO — Bagi sebagian besar kuda pacu, usia 17 tahun mungkin sudah menjadi angka yang jauh dari dunia lintasan. Namun bagi Meiner Barbizon, usia tersebut justru menjadi penanda akhir dari perjalanan yang luar biasa panjang. Setelah lebih dari 14 tahun berkompetisi dan menjalani 283 balapan, Meiner Barbizon akhirnya resmi pensiun pada usia 17 tahun.
Balapan terakhirnya berlangsung di Kochi Racecourse, 27 September. Berstatus favorit kedelapan, kuda veteran itu finis di posisi keenam. Tidak ada trofi besar atau seremoni spektakuler. Namun satu hal jauh lebih penting: Meiner Barbizon berhasil menyelesaikan balapan terakhirnya dengan selamat.
Setelah itu, ia meninggalkan dunia balap dan dipindahkan ke sebuah peternakan di Kochi untuk menjalani masa pensiunnya.
Meiner Barbizon merupakan putra Agnes Digital, kuda serba bisa yang pernah bersaing di level G1 di lintasan turf maupun dirt. Ia lahir dari Meine Pauline, putri dari Special Week, salah satu nama besar dalam sejarah pacuan kuda Jepang.
Sepanjang kariernya, Meiner Barbizon mencatat 23 kemenangan dari 283 kali start. Angka 283 menjadi bagian paling mencolok dari perjalanannya. Bukan hanya karena jumlah tersebut sangat besar untuk seekor kuda pacu, tetapi juga karena ia mampu terus tampil selama lebih dari satu dekade. Karier panjang itu membawanya melewati berbagai generasi kuda pacu Jepang.
Meiner Barbizon lahir pada 2009, tahun yang sama dengan sejumlah Thoroughbred Jepang yang kemudian menjadi bintang besar. Ada Gentildonna, dua kali menyabet gelar Horse of the Year dan memenangkan tujuh G1. Ada pula Verxina dengan empat kemenangan G1 dan Fenomeno, juara Tenno Sho (Spring) dua kali.
Meiner Barbizon bahkan pernah berada dalam satu stable dengan Gold Ship, kuda eksentrik yang mengoleksi enam kemenangan G1, serta Just A Way yang dinobatkan sebagai World's Best Racehorse pada 2014.
Namun, jika para kompatriotnya mengukir nama di panggung JRA, Meiner Barbizon justru menjalani sebagian besar kariernya di balap regional. Dan di situlah ia menciptakan keistimewaannya sendiri.
Ketika banyak kuda dari generasinya telah lama meninggalkan lintasan, Meiner Barbizon masih terus berlari.
Menariknya, pada tahap akhir karier, Meiner Barbizon tidak lagi berlari dengan ambisi untuk mengalahkan kuda-kuda muda dan mengejar kemenangan besar. Balapan justru sudah menjadi semacam aktivitas rekreasi baginya.
Pemiliknya mengetahui bahwa Meiner Barbizon menjadi gelisah ketika tidak memiliki aktivitas. Karena itu, ia sesekali diajak berlari ringan mengelilingi lintasan. Rutinitas tersebut menjadi semacam kompromi. Alih-alih menjalani program latihan penuh, Meiner Barbizon tetap dijaga agar aktif dan hanya diturunkan ketika ada kesempatan yang sesuai.
Ia terus mengikuti balapan sebagai veteran, lebih untuk mendapatkan stimulasi dan menikmati aktivitas yang sudah menjadi bagian dari hidupnya. Meski begitu, usia ternyata tidak sepenuhnya menghapus kemampuannya.
Pada Juni lalu, ketika usianya sudah jauh melewati usia pensiun kebanyakan kuda pacu, Meiner Barbizon masih mampu finis ketiga dan membawa pulang hadiah uang. (Sumber: Reddit, Netkeiba)
Install SARGA.CO News
sarga.co