SARGA.CO - Matteo memulai petualangannya di pacuan kuda Pulau Jawa dengan catatan positif. Di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, Yogyakarta, dia menjadi yang terdepan dalam lomba sembilan ekor kuda pemula, Sabtu (13/6/2026).
Dalam debutnya di Pulau Jawa, Matteo turun di Kelas Pemula C/D di divisi III, dengan jarak 1.000 meter, dalam rangkaian lomba pendahukuan IHR Piala Paku Alam 2026. Start dengan pelana 7, Matteo menghadapi kuda-kuda lain yang sudah pernah turun pacu di Pulau Jawa seperti Scarlett BB, Tuan 99, Essential Serrenity, P. Lima, dan Crazy Rich BB. Selain itu ada juga rekan Matteo dari Sulawesi Utara, Lord Tonsea.
Memulai lomba dari gate 5, Matteo sempat terjebak di kerumunan. Scarlett BB dan Tuan 99 yang memulai dari sisi luar malah bisa memimpin rombongan di awal. Setelah tikungan pertama, Cahaya Fortuna mencuri keunggulan dari sisi dalam, sementara Matteo mengekor dari tengah.
Perlombaan terisisa sekitar 600 meter, Matteo tancap gas. Joki Jones Paendong memacu lari Matteo untuk mengambil keunggulan. Dua tikungan terakhir mereka lewati dengan mulus. Masuk ke home straight, laju Matteo makin mantap, dia melaju terus sampai garis akhir dengan keunggulan sampai tiga panjang kuda.
Essential Serrenity dan Lord Tonsea melengkapi podium juara Kelas Pemula C/D Divisi III.
Pemilik Miranda Stable, Adhi Supit, mengaku puas dengan hasil ini. Matteo yang merupakan adik dari Milord, diprediksi masih bisa berkembang dan akan meneruskan petualangannya di lintasan pacu Pulau Jawa.
Matteo, merupakan adik dari Milord, kuda asal Sulawesi Utara yang sempat menjadi penenantang serius King Argentin dalam pengejaran Triple Crown, tahun 2025 lalu.
Namun nasib Milord tragis. Dia mengalami kecelakaan hebat di Jateng Derby 2025, yang membuatnya kehilangan nyawa. Matteo, adiknya yang kemudian diharapkan menjadi penerus Milord.
Sebelum debut di Pulau Jawa, Matteo baru satu kali lari di kompetisi pacuan kuda, di kampung halamannya, Tompaso, Sulawesi Utara.
Pada awal Tahun 2026 lalu, Matteo sudah sempat turun di Kelas Perdana A/B jarak 800 meter, New Year Cup 2026. Dia hanya kalah dari Alarcos Nagari pada kesempatan itu.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Matteo, tim dari Miranda Stable bisa mempelajari lebih jauh tentang kuda ini; mulai dari gaya lari, sampai dengan kekuatan serta kekurangannya.
Sebelum balapan, Adhi sempat mengatakan kalau kuda-kudanya kebanyakan kalah pengalaman. Dengan memulai debut di Pulau Jawa dari paruh pertama tahun 2026 diaharapkan bisa membentuk Matteo menjadi kuda berprestasi ke depannya.
Dua lomba lain terselenggara dalam race pendahuluan IHR Piala Paku Alam 2026, Sabtu (13/6). Ada Kelas I-J yang diikuti tiga ekor kuda dan Kelas G-H yang diikuti tujuh ekor kuda.
Di Kelas I-J, Jansea dan Mc Queen berduel setelah Black Jet scratch. Mc Queen berhasil unggul dalam race jarak 1.000 meter itu.
Sementara kelas G-H, Naga Maja berhasil menjadi yang terdepan mengungguli Ratu Sabrang, Rembo Star, Orchella, dan Bomber Pacitan. Kamal Queen dan Prince of Sumba menemani Naga Maja naik podium kelas kuda kecil di lintasan 1.000 meter itu.
Install SARGA.CO News
sarga.co