SARGA.CO – Tidak semua legenda pacuan kuda lahir karena berhasil memenangkan Triple Crown. Ada pula yang justru dikenang karena perjuangannya yang nyaris sempurna.
Silver Charm adalah salah satunya. Kuda abu-abu milik Bob dan Beverly Lewis itu hanya berjarak kurang dari satu panjang untuk mengukir sejarah sebagai juara Triple Crown pada 1997. Ia telah memenangkan Kentucky Derby dan Preakness Stakes, tetapi impiannya terhenti di Belmont Stakes setelah dikalahkan Touch Gold.
Yang membuat kisah Silver Charm semakin menarik bukan sekadar hasil akhirnya, melainkan karakter bertarung yang membuatnya menjadi lawan sulit di lintasan.
Perjalanan Silver Charm menuju Triple Crown dimulai dari Kentucky Derby 1997. Dalam pertarungan sengit di furlong terakhir, ia terlibat duel dengan Captain Bodgit dan akhirnya menang tipis satu kepala.
Dua pekan kemudian, Silver Charm kembali menghadapi pertarungan ketat di Preakness Stakes. Kali ini ia mengalahkan Free House dengan selisih satu kepala, sementara Captain Bodgit finis hanya satu kepala di belakangnya.
Dua kemenangan tipis tersebut menunjukkan satu hal, Silver Charm bukan tipe kuda yang mudah menyerah ketika memasuki duel akhir.
Belmont Stakes kemudian menjadi ujian terakhir. Dengan jarak 1½ mil, hanya kemenangan yang dibutuhkan Silver Charm untuk bergabung dengan kelompok kecil juara Triple Crown yang saat itu terakhir kali dicapai Affirmed pada 1978.
Sejarah lepas di 50 yard terakhir
Sebanyak 70.682 penonton memenuhi Belmont Park ketika Silver Charm memasuki arena. Touch Gold sempat memimpin pada awal lomba. Namun memasuki tikungan terakhir, Silver Charm dan rival lamanya, Free House, mulai berebut posisi terdepan.
Di pertengahan lintasan lurus, Silver Charm bahkan berhasil melepaskan diri dari Free House. Sorak-sorai penonton pun membesar, seolah sejarah Triple Crown tinggal beberapa langkah lagi.
Namun, Touch Gold belum menyerah. Setelah sempat berada di posisi keempat, Touch Gold melesat pada 50 yard terakhir. Silver Charm dan jockey Gary Stevens terlambat menyadari ancaman tersebut. Touch Gold akhirnya melewati Silver Charm dan menang dengan selisih tiga perempat panjang.
Pelatih Bob Baffert kemudian mengatakan bahwa Silver Charm tidak melihat Touch Gold datang. Menurut Baffert, itulah salah satu cara untuk mengalahkan kuda dengan daya juang seperti Silver Charm: datang dari luar pandangannya. Bahkan bertahun-tahun kemudian, Stevens masih mengingat kekalahan tersebut sebagai salah satu momen paling menyakitkan dalam kariernya.
Kegagalan di Belmont tidak membuat Silver Charm kehilangan sinarnya. Setelah kembali dari cedera, ia memenangkan San Fernando Stakes dan Strub Stakes pada awal 1998. Setelah itu, Baffert dan keluarga Lewis mengambil tantangan internasional dengan membawanya ke Timur Tengah.
Hasilnya luar biasa. Silver Charm memenangkan Dubai World Cup 1998 dengan kemenangan dramatis atas Swain. Hadiah perlombaan tersebut mencapai US$4 juta, atau sekitar Rp71 miliar jika menggunakan kurs Rp17.750 per dolar AS.
Kemenangan itu membuat Silver Charm menjadi kuda pertama yang memenangkan Kentucky Derby sekaligus Dubai World Cup. Baru Animal Kingdom pada 2013 dan California Chrome pada 2016 yang kemudian menyamai pencapaian tersebut.
Hampir US$7 juta dari lintasan
Silver Charm kemudian kembali berkompetisi di Amerika Serikat dan menutup 1998 dengan sejumlah kemenangan penting, meski harus menerima kekalahan dari Awesome Again dalam Breeders’ Cup Classic.
Pada 1999, ia masih mampu memenangkan San Pasqual Stakes. Namun, performanya mulai menurun dan akhirnya ia pensiun setelah finis keempat di Stephen Foster Handicap.
Silver Charm mengakhiri karier dengan 12 kemenangan dari 24 start serta total hadiah US$6.944.369, atau sekitar Rp123,3 miliar dengan kurs yang sama. Saat itu, jumlah tersebut menempatkannya di posisi ketiga daftar penghasilan sepanjang masa.
Dari calon Triple Crown menjadi legenda
Silver Charm kemudian menjalani karier sebagai pejantan sebelum akhirnya kembali ke Kentucky pada 2014 dan tinggal di Old Friends, tempat para kuda pacu legendaris menjalani masa pensiun.
Pada 2022, setelah Go for Gin—juara Kentucky Derby 1994—meninggal dunia, Silver Charm menjadi juara Kentucky Derby tertua yang masih hidup. Rivalnya di Belmont, Touch Gold, juga pernah menjadi penghuni Old Friends sebelum meninggal pada 2025 dalam usia 31 tahun.
Silver Charm mungkin tidak pernah mendapatkan mahkota Triple Crown. Namun, kisahnya menunjukkan bahwa status legenda tidak selalu ditentukan oleh sebuah trofi. (Sumber: America's Best Racing)
Install SARGA.CO News
sarga.co