SARGA.CO - Zilong Rimboka menjadi kejutan terakhir yang lahir dari kontingen Sulawesi Utara menuju Indonesia Derby 2026. Datang ke Pulau Jawa untuk menjajal kelas Derby, performanya mencapai titik terbaik di momen yang paling tepat.
Minggu, 12 Juli 2026, Zilong yang kebagian di Heat 1 babak penyisihan Kelas Derby, 3 Tahun Indonesia Derby 2026, menunjukkan ketangguhannya. Bersaing dengan sembilan ekor kuda lain, dia menjadi yang terdepan dan mengungguli lawan-lawannya dengan catatan 2 menit 26,24 detik.
Kemenangan itu kian penting karena didapat dari keunggulan atas kuda-kuda dengan prestasi mentereng. Zilong Rimboka unggul atas rekan sekontingennya, Monochrome, Aurora of Khalim, dan King Asva. Ketiganya sempat menjadi juara 1 di kelas Calon Derby pada tahun 2025 lalu.
Prestasi ini makin memuaskan lantaran Zilong Rimboka sebelumnya belum terlihat ketangguhannya di Pulau Jawa. Memang, dia sempat menjadi Juara 2 di Kelas Derby Divisi 2 di Triple Crown Serie 1 lalu. Tapi setelah itu Zilong tak kunjung jadi bintang Derby.
Di Triple Crown Serie 2, akhirnya dia masuk ke kelas utama Derby. Maju dengan pelana 11, hasil naik divisi setelah kemenangan di divisi 2, Zilong bersama Joki Falentino Sangian berhasil menuntaskan lintasan 1.600 meter dengan finis di peringkat 6. Berhadapan dengan kuda-kuda berlangkah cepat di jarak menengah, finis di setengah terdepan jadi catatan positif.
(Kuda Sulut Buktikan Ketangguhan di Penyisihan Indonesia Derby 2026)
Namun, tampaknya Rimboka Stable ingin memupuk lagi pengalaman Zilong menuju Indonesia Derby 2026. Mereka pun mendaftarkan kuda jantan peranakan Da Vinci Eclipse x Ravika Nagari ini di race Derby Piala Paku Alam 2026, jarak 1.800 meter.
Nahas tak dapat ditolak, di race itu Zilong terjatuh di sekitar 500 meter terakhir yang menyebabkan race akhirnya dibatalkan. Kabar baiknya, tak ada cedera serius akibat insiden tersebut bagi Zilong Rimboka maupun Joki Falentino Sangian.
Sebulan kemudian, dengan dibayangi memori buruk, Zilong Rimboka membayar lunas keraguan dengan finis pertama di babak penyisihan Indonesia Derby Heat 1. Tak hanya itu, dia juga finis dengan catatan waktu terbaik, membuatnya mendapat kehormatan pelana 1 di babak final.
Lewat kemenangan impresif di babak penyisihan, Zilong Rimboka kini menjadi salah satu favorit yang diharapkan bisa membawa kontingen Sulawesi Utara meraih poin penuh untuk Kejurnas Seri I Pacuan Kuda PORDASI --yang merupakan bagian dari Indonesia Derby 2026.
Zilong Rimboka akan bersaing dengan empat ekor kuda dari Sulawesi Utara lainnya (Monochrome, Nara Eclipse, Sunpower Nagari, dan Melasti) dan Aurora of Khalim, King Asva, Fox Ranger dari Jawa Barat, serta P. Putra Borneo, P. Putri Barbara dari Kalimantan Selatan, juga Emmera Sakti PM dari Jawa Timur pun Suntora Berjaya dari DKI Jakarta.
Zilong yang dulu bernama Sunshield Nagari juga akan bersaing dengan saudara seangkatannya, Sunpower Nagari, Suntora Berjaya (dh. Suntora Berjaya), dan Fox Ranger. Kemenangan salah satu kuda ini akan memberi Piala Peternak bagi Bendang Stable.
Melihat historinya, Zilong Rimboka juga tak bisa dipandang sebelah mata. Pada Maret 2025 lalu, di usia yang baru 2 tahun dan bernama Sunshield Nagari, dia berhasil menang di Kelas Terbuka Milord Memorial Cup, jarak 1.200 meter. Kala itu dia mengalahkan kuda-kuda lain yang telah berusia 3 tahun atau bahkan lebih.
Pembukaan tahun 2026 Sunshield sempat ikut kejuaraan New Year Cup Tompaso, tepatnya pada 3 Januari 2026. Di kesempatan itu dia menjadi juara 2 Kelas Calon Derby, jarak 1.300 meter, hanya kalah dari Melasti. Setelah itu dia mulai ikut race di Pulau Jawa, pertama kali di race Divisi 2 Triple Crown Serie 1. Sejak ikut race di Pulau Jawa juga dia pindah kepemilikan dan berganti nama menjadi Zilong Rimboka.
Melihat ledakan performanya dalam sebulan terakhir, Zilong Rimboka layak diperhitungkan sebagai salah satu kandidat juara Indonesia Derby 2026. Apalagi, ia kembali berduet dengan Falentino Sangian, joki yang mendampinginya sepanjang musim Derby tahun ini.
Install SARGA.CO News
sarga.co