SARGA.CO – Dalam pacuan kuda, ketegangan bukan hanya datang dari derap kaki kuda dan persaingan menuju garis finis. Suara announcer dan komentator juga punya peran besar dalam membakar atmosfer perlombaan.
Di Tompaso, salah satu teriakan yang menarik perhatian adalah “Abu kalo abu”. Bagi masyarakat setempat, kalimat tersebut secara sederhana berarti “habis kalau habis”. Maknanya kurang lebih merupakan ajakan untuk bertarung habis-habisan, seperti ungkapan “hajar sudah”.
Istilah “abu” berkaitan dengan kondisi lintasan pacuan yang banyak pasir dan menghasilkan debu atau abu. Dalam konteks pacuan kuda, ungkapan tersebut kemudian terasa pas untuk menggambarkan pertarungan sengit hingga akhir.
Karena itu, saat diteriakkan di tengah balapan, “Bage jo, abu kalo abu” bisa dimaknai sebagai dorongan: “hajar sudah, habis kalau habis!”
Teriakan khas tersebut menjadi bagian dari warna tersendiri dalam gelaran Indonesia’s Horse Racing, termasuk Kejurnas Pacuan Kuda PORDASI ke-60 Seri 2 2026 di Tompaso, 23 Oktober 2026.
Bagi penonton, mungkin hanya terdengar seperti teriakan penyemangat. Namun di baliknya ada bahasa, budaya, dan semangat bertanding yang membuat pacuan kuda di Tompaso terasa semakin hidup.
Jadi, kalau suatu saat mendengar announcer berteriak “Abu kalo abu!”, jangan bingung. Itu tandanya pertarungan sedang memasuki momen panas dan semua dituntut untuk berjuang sampai habis!
Install SARGA.CO News
sarga.co